Hidup adalah Perjuangan, berhenti berjuang sama dengan berhenti hidup.WordPress.com weblog

ANCAMAN LIBERALISASI MORAL REMAJA di MASA DEPAN

Setiap fenomena pasti akan menimbulkan dampak, entah itu dampak positif atau negatif. Melihat kondisi remaja kita yang begitu mudah mengidolakan dan terjerumus dalam histeria, mengundang kekhawatiran berbagai pihak. Meski, gaung kekhawatiran ini belum keras bergema.
Ketua masyarakat Anti Pornografi yang juga psikolog, Yuniwati mengungkapkan, dampaknya akan terlihat dalam jangka panjang, apalagi acara model musik ini mulai menjamur di televisi.
“Kita lihat semuanya meniru dari program acara di Barat. Ini sudah budaya liberal barat yang tidak cocok dengan budaya kita. Kalau keterusan, akan menimbulkan kebingungan di kalangan remaja, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Nilai–nilai yang sudah dicoba ditanamkan oleh keluarga dalam hal ini orang tua pun, bisa jadi tidak berarti kalau serbuan itu begitu kuat dan terjadi hampir setiap,” papar Yuniwati prihatin.
Selain itu, kata Yuni, nantinya kaum remaja akan lebih mengutamakan pola hidup komsumtif, karena yang tampil ke permukaan seperti show saja. Keinginan untuk melakukan pendalaman rohani dan spiritual, kepribadian dan sopan santun akan berkurang. “ Ini sudah salah satu bentuk penjajahan kebudayaan,” ujarnya lagi.
Sementara itu, Ustadz Ihsan Tanjung menyatakan, inti persoalannya adalah, remaja punya kebutuhan untuk diakui eksistensinya. Kalau tidak diarahkan, dikhawatirkan akan menyimpang dan pada akhirnya akan bersentuhan dengan probelematika aqidah.
“Dalam aqidah Islam, prinsip dasarnya adalah Alhamdulillahi robbil ‘alamin, segala sesuatunya milik Allah Swt. Mungkin pengetahuan mereka soal itu belum memadai, bahwa hanya Allah yang pantas di puji dan diagungkan,’’ kata Ihsan Tanjung. Problemanya sekarang banyak diantara kita yang menanamkan nilai-nilai agama, bukan dari pengokohan aqidah terlebih dahulu, tapi dari ibadah (fiqih), sedangkan aqidahnya masih keropos, kata Ihsan.
Neno Warisman, punya kekhawatiran yang lebih mengerikan lagi. Neno mengungkapan, kalau ini terus dibiarkan, dan meresap jauh ke jiwa remaja, kita seperti Filipina, tidak punya budaya. “Budaya mereka kan budaya Amerika. Budaya Timur yang kita miliki perlahan tapi pasti akan hilang. Yang namanya budaya timur itu kan berkaitan dengan meninggikan derajat kemanusiaan, kearifan, kesopanan, dan kesantunan,’’ ujar Neno.
Ditanya apakah fenomena remaja ini sebagai kemunduran moral, Neno mengatakan,’’ Saya tidak bilang ini kemunduran. Ini musibah besar, karena remaja ini akan menjadi pengganti generasi yang ada sekarang. Kondisi ini seperti gunung es. Di seluruh pelosok Indonesia seperti ada pendidikan massal bahwa namanya target orang sukses harus didapat dengan hanya satu cara.’’ Keluhnya.
• Remaja harus dibimbing dan dilibatkan
Lantas bagaimana mengajak remaja-remaja kita, agar tidak terlanjur terjerumus dengan liberallisasi moral lewat tayangan model musik AFI dan sejenisnya? “ pendekatan yang harus dilakukan adalah pendekatan yang membuat remaja mengalami involment atau keterlibatan. Di satu sisi mereka diarahkan, diberikan penanaman nilai-nilai. Tapi disisi lain kita juga menghargai interaksi mereka, kepentingan-kepentingan mereka dihargai dan diakui. Hanya dengan cara ini, mereka nantinya pelan-pelan akan mengikuti nilai Islam,’’ tutur Ihsan Tanjung.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: