Hidup adalah Perjuangan, berhenti berjuang sama dengan berhenti hidup.WordPress.com weblog

Archive for the ‘Materi Kuliah S2 Magister Pendidikan Islam’ Category

UPAYA PEMELIHARAAN OTENTISITAS AL-QUR’AN PADA MASA RASULULLAH

UPAYA PEMELIHARAAN OTENTISITAS AL-QUR’AN

PADA MASA RASULULLAH

 

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas

Mata Kuliah Ulumul Qur’an

 

Dosen Pengampu :

Prof. Dr. H.A.Athaillah, M.Ag

Disusun Oleh  :

Muhammad Rasyidi, S.Pd.I

NIM : 11.0212.0809

MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

KONSENTRASI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

PROGRAM PASCA SARJANA

IAIN ANTASARI

BANJARMASIN

2011

UPAYA PEMELIHARAAN OTENTISITAS AL-QUR’AN

PADA MASA RASULULLAH

  1. A.      Pendahuluan

Al-Qur’an Karim adalah mukjizat Islam yang kekal dan mukzizatnya selalu diperkuat oleh kemajuan ilmu pengetahuan. Ia diturunkan Allah kepada Rasulullah, Muhammad s.a.w. untuk mengeluarkan manusia dari suasana yang gelap menuju yang terang, serta membimbing mereka ke jalan yang lurus. Rasulullah s.a.w. menyampaikan Al-Qur’an itu kepada para sahabatnya  – orang-orang Arab asli – sehingga mereka dapat memahaminya berdasarkan naluri mereka. Apabila mereka mengalami ketidakjelasan dalam memahami suatu ayat, mereka menyakan kepada Rasulullah s.a.w.

Rasulullah s.a.w. tidak mengizinkan para sahabat menuliskan sesuatu dari dia selain Al-Qur’an, karena ia khawatir Al-Qur’an akan tercampur dengan yang lainnya.

Sekalipun sesudah itu Rasulullah s.a.w. mengizinkan kepada sebagian sahabat untuk menulis hadis, tetapi hal yang berhubungan dengan Qur’an tetap didasarkan pada riwayat yang melalui petunjuk di zaman Rasulullah s.a.w., di masa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar r.a. (more…)

Khalifah Abu Bakar R.A

Masa Abu Bakar RA.

(Pemilihan Khalifah Pertama dan Perluasan Wilayah)

 

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas

 Sejarah Peradaban Islam

Dosen Pengampu :

Prof. Dr. H.Akh.Fauzi Aseri, MA

Disusun Oleh  :

Muhammad Rasyidi, S.Pd.I

NIM : 11.0212.0809

MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

KONSENTRASI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

PROGRAM PASCA SARJANA

IAIN ANTASARI

BANJARMASIN

2011

Masa Abu Bakar RA.

(Pemilihan Khalifah Pertama dan Perluasan Wilayah)

  1. A.           Pendahuluan

Masa lalu perjalanan sejarah Islam merupakan belantara  luas yang banyak dari bagian-bagian sejarah perjuangan Islam itu sendiri. Ruang lingkup Sejarah Peradaban Islam yang sangat luas itu terbentang pula dalam jangka waktu yang lama, yakni sejak Nabi Muhammad saw di utus ke dunia ini,sampai estapet perjuangan penyebaran Islam itu dilanjutkan para Khulafur Rasyidin, hingga berlanjut dari Dinasti ke dinasti kekhalifahan Islam yang berbentuk monarki absolute, sampai berakahirnya masa keemasan Islam itu sendiri, dan berubah menjadi terpecah belah hingga sampai sekarang ini.

Semenjak Rasulullah saw wafat, fungsi sebagai Rasulullah tidak dapat digunakan oleh siapa pun manusia di dunia ini, karena pemilihan fungsi mutlak dari Allah SWT. Fungsi beliau sebagai kepala pemerintahan dan pemimpin masyarakat harus ada yang menggantikannya. Selanjutnya pemerintahan Islam dipimpin oleh empat orang sahabat terdekat beliau. Kepemimpinan dari para sahabat Rasul ini disebut periode Khulafa’ al-Rasyidun (para pengganti yang mendapatkan bimbingan ke jalan yang lurus). Empat khalifah tersebut adalah: (1) Abu Bakar As-Shiddiq (11-13 H/632-634 M); (2) Umar ibn Al-Khaththab (13-23 H/634-644 M); (3) ‘Utsman ibn ‘Affan (23-35 H/644-656 M); (4) Ali ibn Abi Thalib 35-40 H/656-661 M.[1] (more…)

KONSEP DAN PENERAPAN FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN PENDIDIKAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN

BAB I

PENDAHULUAN

Pendidikan di Indonesia menganut konsep pendidikan seumur hidup. Oleh sebab itu pendidikan menjadi tanggungjawab pemerintah, keluarga, dan masyarakat. Agar tujuan pendidikan nasional dapat terwujud, maka pendidikan itu sendiri membutuhkan pengelolaan secara baik. Pengelolaan pendidikan baik oleh pemerintah dan swasta untuk jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah pada setiap jenis dan jenjang pendidikan sangat diperlukan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional.

Satuan pendidikan yang didirikan oleh pemerintah diselenggarakan oleh Mendikbud atau menteri lain, sedang satuan pendidikan yag didirikan oleh masyarakat diselenggarakan oleh yayasan atau badan yang bersifat sosial. Kepala sekolah pada tingkat pendidikan dasar dan menengah, rektor pada tingkat uninversitas /institut, ketua pada tingkat akademi/sekolah bertanggungjawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana. (more…)

AL-JARH WA AL-TA’DIL

AL-JARH WA AL-TA’DIL

 

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas

Ulumul Hadits

Dosen Pengampu :

Dr. Saifuddin, M.Ag

Disusun Oleh  :

Muhammad Rasyidi, S.Pd.I

NIM : 11.0212.0809

MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

KONSENTRASI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

PROGRAM PASCA SARJANA

IAIN ANTASARI

BANJARMASIN

2011

AL-JARH WA AL-TA’DIL

  1. A.  Pendahuluan

Kedudukan hadits (al-Sunnah) sebagai sumber ajaran Islam setelah al-Qur’an sudah tidak diperselisihkan lagi oleh para ulama. Berhujjah dengan hadits sahih jelas tidak diperdebatkan lagi, bahkan demikianlah yang semestinya. Namun bagaimana menentukan kesahihan suatu hadits merupakan kajian yang sederhana. Suatu hal yang pasti ada jarak waktu yang panjang antara masa kehidupan Rasulullah dengan masa penulisan dan pembukuan suatu hadits. (more…)

ETIKA ILMIAH

ETIKA ILMIAH

 

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas

Filsafat Ilmu

Dosen Pengampu :

Prof. Dr. H. Asmaran,As, MA

Disusun Oleh  :

Muhammad Rasyidi, S.Pd.I

NIM : 11.0212.0809

MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

KONSENTRASI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

PROGRAM PASCA SARJANA

IAIN ANTASARI

BANJARMASIN

2011

ETIKA ILMIAH

  1. A.  Pendahuluan

Dunia, kini sedang dalam taraf gencar-gencarnya untuk penyebaran dan penerapan Ilmu Pengetahuan, ibarat manusia sedang dalam masa remaja, sehingga sering kali belum memperhatikan rambu-rambu yang bersifat mendasar. Meskipun telah banyak pula pandangan-pandangan kritis terhadap perkembangan teknologi yang tak terkendali. Namun masih banyak yang secara ambisius ingin berteknologi tinggi tanpa memperhitungkan matang dalam hal mental, sosial dan struktural. Akibatnya semakin sukar untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk dalam aplikasi Ilmu dan Teknologi. (more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.